
Profil BJTM
BJTM berdiri pada dan saat ini telah memiliki 1819 kantor layanan. Sesuai namanya, BJTM berpusat di provinsi Jawa Timur.

Dari sisi pangsa pasar, bank ini secara nasional memiliki pangsa pasar kredit kurang dari 1%, dan DPK sekitar 1%.

Pertumbuhan kredit sedikit penurunan dari segmen komersial, namun segmen koperasi ada peningkatan yang cukup signifikan.

Analisa Laporan Keuangan
Dari sisi aset, ada peningkatan yang tidak besar dari tahun 2022 ke 2023. Namun, ada penurunan dari sisi ekuitas.



Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) , terlihat bahwa DPK BJTM pada 2023 mengalami penurunan sebesar 4T dibanding 2023 (gambar di bawah).
Berdasarkan pendapatan, BJTM mencatatkan adanya peningkatan pendapatan pada 2023 dibanding 2022. Namun pada 2023 BJTM membukukan peningkatan laba operasional sehingga laba bersih BJTM pada 2023 mengalami penurunan dari 1.54T menjadi 1.47%.
Penurunan laba ini juga dipengaruhi oleh peningkatan non-performing loan dari 1,01% menjadi 1,21%.


Salah satu penyebab terjadinya penurunan laba tersebut berkaitan dengan peningkatan non-performing loan dari 1,01% menjadi 1,21% seperti terlihat bada gambar di bawah ini.

Valuasi
Harga saham BJTM saat ini sebesar Rp570. Harga saham ini cenderung turun sejak tahun 2020.

Dari sisi price to earning (PE), saat ini PE-nya sebesar 6,5, sementara sebelumnya 6,38. Dari sisi price to book value (PBV), saat ini PBV-nya sebesar 0,69, yang merupakan yang paling rendah dalam 7 tahun terakhir.

Jika ditelusuri lebih lanjut, kita dapat melihat ada kecenderungan turunnya harga saham BJTM berkaitan dengan turunnya performa BJTM. Meskipun pendapatan meningkat, namun hal itu tidak cukup untuk mengungkit labanya seperti terlihat pada gambar berikut.

Berdasarkan performa di masa lalu dan asumsi pertumbuhan 5% selama 5 tahun yang akan datang, dan 2% untuk periode selanjutnya, cost of equity sebesar 13%, dan risk free rate sebesar 6%, maka valuasi bank ini masih undervalue.

Sumber pendapatan BJTM di masa yang akan datang memiliki potensi bertambah seiring dengan aksi korporasi BJTM dalam memberikan suntikan dana ke bank-bank daerah lainnya seperti Bank NTT Syariah dan Bank Banten.
Kesimpulan
BJTM termasuk bank dengan pangsa pasar kecil dibanding industri perbankan nasional. BJTM memiliki peluang memperluas sumber pendapatannya. Harga saham BJTM saat ini tergolong undervalue (gap sebesar 40%).
Menyukai
Tonton penjelasannya pada youtube channel kami
Berlangganan
Tinggalkan Balasan