Analisa Saham APEX 2026: Prospek Saham Jasa Pengeboran Minyak | Masih Murah atau Sudah Mahal

Apex merupakan emiten yang bergerak di sektor jasa hulu minyak dan gas, sehingga kinerjanya sangat dipengaruhi oleh siklus industri minyak dunia. Analisis menunjukkan adanya gap antara harga pasar (214) dan nilai wajar (287-315), sehingga menarik untuk dikaji lebih lanjut.

Thesis analisa

Mengapa kami membahas topik ini? Salah satunya karena situasi di Timur Tengah saat ini kurang baik, ditandai dengan adanya perang yang menyebabkan kenaikan harga minyak. Harga minyak terus meningkat dan kita tidak tahu kapan perang akan berakhir, sehingga harapan agar konflik segera selesai tetap ada. Sementara itu, kondisi ini menjadi peluang bagi beberapa perusahaan di industri terkait.

Alasan kedua adalah karena perusahaan ini memiliki kontrak dengan sejumlah perusahaan di Indonesia untuk membantu proses pengeboran di lokasi mereka. Selain itu, valuasi perusahaan juga perlu diperhatikan, apakah layak atau tidak—silakan Bapak Ibu evaluasi SK ini kembali.

Profil APEX

Perusahaan jasa pengeboran minyak dan gas ini didirikan tahun 1984 dan melakukan IPO pada tahun 2002. Bisnis utamanya meliputi pengeboran di lepas pantai (offshore) maupun darat (onshore). Prinsip kerjanya sederhana: perusahaan menyediakan alat untuk pengeboran dan menawarkan jasa kepada pihak yang ingin melakukan pemboran, terutama jika pihak tersebut tidak memiliki alat sendiri.

Jadi, perusahaan ini tergantung pada kebutuhan perusahaan lain yang ingin mengebor. Pengeboran bisa dilakukan baik di laut maupun di darat; itulah inti bisnis dari Apek.

Perusahaan ini memiliki aset bernilai tinggi, termasuk rig darat dan laut yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Kepemilikannya terdiri dari beberapa pemegang saham utama dan publik, berdasarkan laporan tahun 2004 dengan kemungkinan perubahan pada 2005.

Rig operasional mereka memiliki tingkat utilisasi berbeda-beda; ada yang 100%, tetapi sebagian lebih rendah karena kontrak dan kebutuhan pemeliharaan. Setiap rig didukung oleh tim besar, dan jumlah rig serta tingkat penggunaannya sangat menentukan potensi keuntungan perusahaan.

Utilisasi Rig 2024

Selain aset dan utilisasi, penting juga memperhatikan proses pengeboran yang mendukung kegiatan di sektor hulu migas dan membantu pengembangan perusahaan. Data terakhir diambil dari laporan tahunan 2024.

Perusahaan ini aktif di berbagai tahap proses, termasuk pengembangan di darat maupun lepas pantai. Data menunjukkan bahwa tingkat utilisasi rig di laut umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan rig di darat. Klien utama perusahaan berdasarkan laporan tahun 2024 meliputi Pertamina Geothermal Energi, Metcoin Energi, Pertamina Hulu Kalimantan Timur, dan APG Kampar Indonesia. Daftar klien dapat berubah seiring waktu, sesuai laporan terbaru yang dirilis.

Tabel Statistik Pengeboran

Kondisi kontrak juga berfluktuasi setiap tahunnya. Secara umum, dari tahun 2015 hingga 2024, nilai kontrak mengalami kenaikan, kecuali pada tahun 2020 akibat dampak pandemi COVID-19 yang signifikan terhadap aktivitas operasional. Data tahun 2025 belum lengkap sehingga analisis tren masih menunggu laporan resmi berikutnya. Kontrak yang didominasi oleh proyek nasional sangat mempengaruhi pendapatan perusahaan; oleh karena itu, penting untuk memonitor perkembangan dan perubahan kontrak guna mengukur potensi pertumbuhan revenue.

Kontrak Perusahaan

Profitabilitas perusahaan sangat dipengaruhi oleh sifat siklikal industri ini—khususnya terkait ekspansi di sektor hulu. Apabila perusahaan-perusahaan di sektor hulu tidak melakukan ekspansi, maka permintaan terhadap jasa atau produk perusahaan cenderung stagnan. Selain itu, harga minyak dunia merupakan faktor utama yang menentukan pertumbuhan kontrak. Kenaikan harga minyak biasanya akan berdampak positif pada volume kontrak yang diperoleh perusahaan.

Siklus Industri Drilling

Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah capital expenditure (capex). Penurunan capex dapat menandakan terbatasnya peremajaan atau penambahan alat, sedangkan kenaikan capex berpotensi meningkatkan pendapatan apabila diikuti dengan peningkatan utilisasi aset. Namun, jika capex naik tanpa diimbangi peningkatan utilisasi, perusahaan bisa menghadapi beban operasional yang lebih besar.

ESG Review

Terkait ESG dan stabilitas, perusahaan secara konsisten memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan kerja, karena kelancaran operasional sangat bergantung pada faktor-faktor tersebut. Selain itu, perusahaan juga aktif mendukung pendidikan komunitas serta berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memenuhi aspek tata kelola yang baik. Upaya-upaya ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengelola risiko secara bertanggung jawab.

Perusahaan ini juga memiliki catatan bagus dalam hal keselamatan kerja, yang sangat penting dalam proses seperti ini. Keselamatan kerja mempengaruhi kelancaran aktivitas pengeboran dan reputasi perusahaan, terutama dalam menjaga keamanan pegawai.

Risiko bisnis

Risiko utama dalam bisnis ini antara lain fluktuasi harga minyak global dan dampaknya terhadap aktivitas eksplorasi di sektor hulu. Selain itu, efisiensi pemanfaatan aset sangat penting; banyaknya aset dengan tingkat utilisasi rendah dapat menghambat optimalisasi pendapatan. Risiko operasional, termasuk isu-isu keselamatan kerja, juga dapat mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Valuasi saham

Valuasi saham Apex didasarkan pada beberapa pendekatan, seperti price to earning (P/E) dan price to book value (PBV).

Harga Saham APEX

Harga saham cenderung turun drastis, meski pendapatan meningkat dari $54 juta menjadi $63 juta. Net income sempat menurun, namun berubah positif pada 2024.

Rata-rata P/E historis berkisar antara -30 hingga 57, dengan estimasi harga wajar sekitar Rp280 jika menggunakan rata-rata earning dan PBV. Nilai valuasi tetap bergantung pada profil risiko investor dan kondisi dinamis seperti fluktuasi harga minyak dan dolar.

Nilai Tukar USD/IDR
Harga Minyak

Analisis menunjukkan adanya gap antara harga pasar dan nilai wajar, sehingga menarik untuk dikaji lebih lanjut.

Sebagai tambahan, terkait laporan keuangan tahun 2002, meskipun terdapat kenaikan pada sisi pendapatan (revenue), perusahaan justru mengalami kerugian pada bottom line. Hal ini disebabkan oleh penjualan aset dengan harga di bawah nilai pembelian sehingga tercatat sebagai kerugian. Oleh karena itu, aspek aset dan utilisasinya perlu diperhatikan dalam proses evaluasi, terlebih ketika manajemen memutuskan untuk tidak mempertahankan aset yang tidak mendatangkan keuntungan dan justru membebani biaya operasional.

Meskipun demikian, kami menganjurkan Bapak/Ibu untuk tetap melakukan evaluasi mandiri terkait aspek ESG maupun faktor lain yang relevan. Setidaknya, perusahaan telah berupaya mencakup tiga aspek utama tersebut.

Kesimpulan

Apex merupakan emiten yang bergerak di sektor jasa hulu minyak dan gas, sehingga kinerjanya sangat dipengaruhi oleh siklus industri minyak dunia. Jika sinergi siklus industri ini terus berlanjut dan harga minyak meningkat, hal ini akan berpengaruh positif terhadap performa keuangan perusahaan. Namun, semua keputusan investasi, termasuk keputusan untuk membeli, menahan, ataupun menjual saham, sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Tonton video presentasinya pada link berikut

Disclaimer

Tulisan ini bukan ajakan jual beli saham. Keputusan investasi dan risikonya merupakan tanggung jawab Anda sepenuhnya.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca