Kalau kamu baru mulai belajar investasi, membaca buku sangat disarankan, tapi tidak wajib. Anggap saja buku itu seperti peta—tanpa peta kamu tetap bisa jalan, tapi kemungkinan nyasar lebih besar. Nah, berikut alasan kenapa buku bisa sangat berguna saat belajar investasi:
1. Fondasi yang Kuat
Buku memberikan penjelasan mendalam, terstruktur, dan logis—beda dengan potongan informasi dari media sosial atau video pendek.
2. Menghindari Kesalahan Pemula
Banyak pemula terjebak skema cepat kaya, overtrading, atau ikut-ikutan tanpa tahu risikonya. Buku seperti The Psychology of Investing atau The Intelligent Investor bisa membukakan mata sejak awal.
3. Belajar dari Pengalaman Orang Lain
Buku adalah ringkasan pengalaman bertahun-tahun dari para ahli. Kamu belajar dari kesalahan mereka, bukan dari kesalahanmu sendiri (yang bisa mahal).
4. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Dengan pemahaman yang baik, kamu bisa mengambil keputusan lebih tenang, nggak gampang panik saat market fluktuatif.
Tapi… Kalau Kamu Nggak Suka Baca?
- Bisa mulai dari audiobook 📖🎧
- Ikuti rangkuman buku atau infografis seperti yang tadi kita buat
- Gabungkan belajar lewat buku dengan video dan praktik langsung (misalnya simulasi investasi)
Rekomendasi Buku Awal:
- The Psychology of Investing – buat ngerti cara pikir investor
- Rich Dad Poor Dad – buat mindset
- The Inteligent Investor-buat mengetahui strategi investasi
- Dividennya saja dikumpulkan, BEP berapa tahun
Tonton videonya pada channel youtube kami Buat yang lebih suka membaca bukunya langsung, teman-teman bisa miliki bukunya, silahkan… Read more: Dividennya saja dikumpulkan, BEP berapa tahun - Terlalu cepat menjual saham, saya juga pernah
Pernahkah Anda memegang saham yang sudah naik 10% lalu menjualnya, namun kemudian harganya terus naik sehingga Bapak/Ibu menyesal?… Read more: Terlalu cepat menjual saham, saya juga pernah - The Pshycology of InvestingIdentitas Buku Isi Utama & Gagasan Pokok 🎯 Siapa yang Cocok Membaca Buku Ini? ⭐ Rating Pribadi: 4.5/5… Read more: The Pshycology of Investing
- Terlalu Optimis Dalam Menilai SahamPernahkan Bapak Ibu mengalami situasi bahwa Bapak Ibu yakin harga suatu saham misalnya Rp 1000,- ternyata harganya tidak… Read more: Terlalu Optimis Dalam Menilai Saham




Leave a comment