IHSG all time high, masih ada saham properti yang masih undervalue?
IHSG sudah mencapai all time high setelah melewati masa bearish panjang hampir setahun lamanya.

Bagaimana dengan sektor properti? Apakah masih ada yang saham properti yang undervalue?

Kriteria
•ROE, TTM >10% EPS diluted quarterly


Dengan menggunakan kriteria ROE (FY 2024) di atas 10%, dan peningkatan EPS kuartal 2 pada 2025 dibanding periode yang sama pada 2024, maka di dapat 6 saham di atas,






Analisa PWON


Dari gambar di atas terlihat bahwa harga saham PWON masih menunjukkan trend bearish.

Dari gambar di atas terlihat bahwa sumber pendapatan utama PWON berasal dari pendapatan berulang yaitu sewa ruangan, hotel, dan jasa pemelihaan, pembayaran gas dan air, serta parkir.
Dapat dikatakan bisnis PWON merupakan bisnis yang stabil.

Hingga Juni 2025, PWON mencatatkan pertumbuhan yang solid pada sumber pendapatan berulangnya, namun sumber pendapatan dari penjualan lahan dan unit apartemen +kantor terlihat mengalami kontraksi hingga susut 29%.


Secara historikan, PWON membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba yang agresif masing-masing 16% per tahun dan 65.2%. Namun pada semester 1 ini, pertumbuhan penjualan dan laba terlihat melambat.

Secara historikal pendapatan PWON tidak terpengaruh oleh suku bunga Bank Indonesia. Hal itu terlihat pada 2 grafik ini, meskipun suku bunga Bank Indonesia naik, penjualan PWON tetap tumbuh konsisten

Berdasarkan gambar di atas telihat bahwa seiring peningkatan suku bunga, proporsi pelanggan yang membeli dengan cara bayar KPA/R ternyata menyusut, dan beralih ke metode installment atau cicilan bertahap ke developer.
Harga Apartemen Yang Diminati Pelanggan PWON


Menyusutnya penjualan apartemen PWON mencerminkan menurunnya daya beli pasar. Pada 2025, unit yang paling terjual merupakan unit dengan harga jual kurang 2 Milar. Tak dapat dipungkiri, tingginya serapan rumah/apartemen harga di bawah 2 miliar tidak lepads dari insentif pajak dari pemerintah.

Selain karena melemahnya daya beli pasar, realisasi capex PWON juga masih jauh dari yang dianggarkan. Dari 2.4trilun yang dianggarkan, PWON baru menyerap 20% capex.
Tampaknya PWON bersikap lebih hati-hati merealisasikan anggaran, menunggu katalis-katalis positip di sektor properti.
Potensi PWON
Selain anggaran capex yang masih tersedia untuk tahun berjalan, PWON juga memiliki persedian lahan seluas 532 ha. Hal itu menunjukkan potensi PWON untuk tumbuh di masa yang akan datang masih kuat.


Ongoing Development
Bekasi Superblock
| Land area | 2.7 ha |
| Project valuea | Rp 2.6 triliun |
| Target completion | 2024-2027 |

Ongoing Development Pakuwon City Mall (Phase 5)
| Land area | 2.8 ha |
| Project valuea | Rp 2 triliun |
| Target completion | 2027-2029 |

Future Development – Batam (Phase 1)
| Land area | 7.3 ha |
| Project valuea | Rp 4.1 triliun |
| Target completion | 2029-2030 |

Future Development – IKN (Phase 1)
| Land area | 1.9 ha |
| Project valuea | Rp 0.65 triliun |
| Target completion | 2026-2027 |

Future Development – Gandaria City Extension (Phase 2)
| Land area | 1.1 ha |
| Project valuea | Rp 2.5 triliun |
| Target completion | 2029-2030 |
Valuasi PWON
| Description | Value |
| Cash | 7,271,968 |
| Current Net aset properti | 2,906,051 |
| Long-term Investments | 4,041,386 |
| Long-term asset | 15,167,321 |
| Inventory- aset real estate | 3,211,878 |
| Net investment propert | 12,270,768 |
| Net Long term asset | 2,896,553 |
| Net asset value | 29,386,726 |
Berdasarkan niai bersih aset PWON pada semester 1 2025, maka harga wajar PWON yaitu sebesar Rp 610 per lembar saham.
Dibandingkan dengan harga saat valuasi ini dibuat yakni sebesar Rp 384 / per lembar saham, maka harga saham PWON saat ini dapat digolongkan Undervalue
Tip Buat Investor
- Perhatikan suku bunga Bank Indonesia. Penurunan suku bunga Bank Indonesia merupakan katalis positip untuk meningkatkan daya beli pasar
- Perhatikan insentif pajak untuk pembelian rumah.
- Perhatikan harga minyak dunia, Kenaikan harga minyak dunia dapat menjadi katalis negatif sektor properti karena akan meningkatkan biaya bahan baku.







Leave a comment