Pernahkah kalian mendapatkan informasi dari teman atau membaca di grup WA yang mengatakan, “Beli saham ini, akan naik”? Lalu tanpa berpikir panjang, langsung membelinya? Beberapa hari kemudian saham tersebut malah turun. Situasi seperti ini membuat kita panik.

Kita sering sekali menyerahkan keputusan investasi kepada orang lain. Padahal, keuntungan atau kerugian nantinya akan kita alami sendiri. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis sendiri.
Mengapa investor mesti analisis sendiri?
Ada tiga alasan kuat mengapa analisis sendiri perlu dilakukan.

Alasan pertama karena setiap rekomendasi belum tentu cocok untuk semua orang. Setiap individu memiliki profil risiko dan tujuan keuangan yang berbeda. Misalnya, investasi bisa berbeda-beda; ada yang untuk 3 tahun, 7 tahun, 10 tahun, atau seumur hidup persiapan pensiun. Tujuan investasi mempengaruhi resiko, dengan berbagai tingkat fluktuasi.
Benjamin Graham dalam bukunya *The Intelligent Investor* menyarankan investor memiliki margin of safety, yaitu membeli saham saat ada jarak aman dari nilai sesungguhnya perusahaan.

Miliki buku Benjamin Graham dalam bukunya *The Intelligent Investor* dengan klik link ini.

Analisis pribadi mengurangi panik, seperti diungkapkan Peter Lynch dalam *One Up on Wall Street*: “know what you own and know why you own it.” Memahami apa yang kita beli menghindarkan dari kepanikan saat harga dinamis. Saat harga saham turun, ini kesempatan menambah portofolio. Seperti IHSG crash di Indonesia baru-baru ini, jika masih punya uang tunai, bisa menambah investasi.
Miliki buku Peter Lycnh “One up on wall street” dengan klik link ini.
Yang ketiga karena itu duit kalian sendiri. Kalau kalian beruntung, sepenuhnya untuk kalian, kalau kalian rugi, sepenuhnya berdampak untuk kalian. Charlie Munger menekankan pentingnya waktu untuk belajar dan membuat keputusan sendiri. Belajar dan analisa mandiri sangat penting karena keuntungan dan kerugian adalah tanggung jawab pribadi.
Profil KEEN
Pada kesempatan ini, saya ingin membahas terkait analisis laporan keuangan dari salah satu perusahaan, yaitu Kencana Energi Lestari dengan kode saham KEEN. Berdasarkan namanya, dapat diketahui bahwa perusahaan ini bergerak di bidang energi. Saya sudah mengunduh laporan keuangannya. Bagi teman-teman yang ingin menganalisis laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, teman-teman bisa mengakses website IDX di idx.co.id. Di sana, semua laporan keuangan perusahaan yang sudah terdaftar tersedia untuk diunduh.
Saya telah mengunduh laporan keuangan Kencana Energi Lestari untuk tahun 2024 dan 2023. Biasanya setiap laporan tersebut dilampirkan bersama data tahun sebelumnya untuk perbandingan. Untuk memahami lebih dalam mengenai lini bisnis perusahaan ini, teman-teman dapat mengunjungi website mereka. Perusahaan ini berfokus pada pembangunan pembangkit listrik tenaga air, hidro mini, hidrolik, dan juga solar. Saat ini, mereka memiliki proyek berjalan sebesar 65 MW dan ada tambahan 10 MW yang dijadwalkan selesai pada tahun 2026. Selain itu, terdapat sekitar 200 MW lagi yang direncanakan untuk proyek masa depan. Ini menandakan ekpansi yang signifikan hampir tiga kali lipat dari kapasitas saat ini.
Perlu dicatat bahwa Kencana Energi Lestari tidak memiliki tanah atau aset tetap sebagai pemilik. Mereka berperan sebagai penyedia jasa yang membangun dan mengoperasikan fasilitas tersebut, sementara aset tetap dimiliki oleh PLN, yaitu pemerintah Indonesia. Sistem kerjasama ini bersifat konsesi jasa.
Laporan Keuangan KEEN
Dalam laporan keuangan tahunan, pada bagian pertama kita melihat neraca. Di sini terdapat aset lancar dan tidak lancar. Pada aset lancar, terlihat adanya kas, piutang, dan aset keuangan dari jasa konsesi yang belum ditagihkan. Terdapat perubahan yang mencolok pada kas, dari 9,7 juta USD menjadi 2 juta USD, yang perlu mendapat perhatian khusus dari para investor terkait penurunan drastis tersebut.

Piutang menurun menunjukkan penagihan dari pelanggan membaik dibanding tahun lalu. Akun-akun lainnya stabil. Pada tahun 2024, aset lancar turun dari 42 juta USD menjadi 34 juta USD. Aset tidak lancar naik dari 309 menjadi 318, didukung kenaikan dana yang dibatasi penggunaannya dari 2,4 menjadi 3,1 juta USD dan aset tidak lancar lainnya dari 464 menjadi 2,2 juta USD. Secara keseluruhan, aset tumbuh dari 352 juta USD menjadi 353 juta USD, meski tidak signifikan. Penurunan drastis terjadi pada aset lancar, terutama di bagian kas. Liabilitas lancar turun dari 30 juta USD menjadi 26 USD juta karena utang turun dari 8 juta USD menjadi 3 juta USD.

Utang jangka pendek ke bank mengalami kenaikan sebesar 1 juta USD, berubah dari 5 juta USDmenjadi 6 juta USD. Utang jangka panjang sedikit turun dari 134 juta USD menjadi 133 juta USD, menunjukkan perubahan yang tidak signifikan. Panggilan utang menurun dari 74 juta USD menjadi 71 juta USD, yang merupakan perkembangan positif. Sementara itu, utang lembaga keuangan meningkat dari 18 juta USD menjadi 20 juta USD, namun secara keseluruhan jumlahnya tetap sama, yaitu dari 134 juta USD menjadi 133 juta USD.
Dari sisi ekuitas, terjadi peningkatan dari 187 juta USD menjadi 193 juta USD. Sebagian besar peningkatan ini berasal dari saldo laba ditahan yang naik dari 75,9 juta USD menjadi 80.5 juta USD, menunjukkan kenaikan sekitar 6 juta USD.

Pendapatan perusahaan turun dari 48 juta USD menjadi 37 juta USD pada tahun 2024, yang menimbulkan pertanyaan mengapa terjadi penurunan tersebut, terutama mengingat mereka menjual listrik. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penurunan permintaan atau masalah lainnya.

Meski pendapatannya menurun, margin perusahaan tetap stabil. Penjualan tahun 2024 adalah 37 juta USD dengan beban sebesar 15,8 juta USD, menunjukkan margin yang tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, laba usaha turun drastis dari 24 juta USD menjadi 18 juta USD.

Pada bagian arus kas, penerimaan kas dari pelanggan tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan tahun 2023, sebagian karena receivable yang berhasil ditagih. Pembayaran kepada pemasok naik dari 15 juta USD menjadi 21 juta USD. Secara keseluruhan, arus kas dari operasi turun dari 9,3 juta USD menjadi 5,17 juta USD akibat peningkatan pembayaran kepada pemasok.
Liabilitas jangka pendek mengalami sedikit penurunan dari 6,3 juta USD menjadi 6,1 juta USD, menunjukkan stabilitas. Namun, utang lain-lain turun signifikan dari 8,2 juta USD menjadi 3 juta USD, menunjukkan perusahaan mempercepat pembayaran utang yang lalu, sehingga kondisi keuangan menjadi lebih sehat.

Arus kas dari investasi menunjukkan penambahan sebesar 638.000 USD pada tahun 2024 dibandingkan dengan hanya 4 ribu USD pada tahun 2023, yang merupakan peningkatan signifikan. Perusahaan juga mencatat perolehan aset tetap sebesar 4,871 USD, jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 559 ribu USD. Hal ini bisa jadi terkait dengan aset energi terbarukan yang kepemilikannya berada di tangan PLN setelah selesai pembangunan.
Bagian terakhir membahas arus kas dari pendanaan perusahaan.

Pada 2024 perusahaan menarik pinjaman sebesar 8 juta USD, sedangkan pada tahun 2023 di mana ia menarik 74 juta USD. Pengeluaran sedikit dilakukan dan pembayaran sebesar 9 juta USD, serta beban bunga 7juta USD juga tercatat. Pembayaran dividen kepada pemilik sahamnya sebesar 1,7 juta USD dilakukan, meningkat dari 1,6 juta USD pada tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, arus pendanaan menunjukkan banyak cash out, dengan peningkatan dari 2,9 juta tahun lalu, menjadi 13,55 juta sekarang. Secara keseluruhan, kas malah turun dibanding tahun lalu. Tahun lalu, kas bertambah sebesar 5,8 juta, sementara kas sekarang turun sebanyak 7,7 juta, berakhir di R2.002.610 USD.
Kesimpulan

Analisis singkat dari laporan keuangan menunjukkan penjualan dan pendapatan menurun, tetapi tidak ada perubahan signifikan dalam aset. Receivable-nya cukup bagus. Selanjutnya, perlu dipelajari alasan penurunan pendapatan.
Terima kasih sudah membaca web kami.
Tonton videonya di youtube channel kami
Jika bermanfaat, silakan like, subscribe, dan share kepada teman atau keluarga yang mungkin sedang mempersiapkan diri untuk pensiun atau ingin berinvestasi di Bursa Indonesia.






Leave a comment