Pernahkah Anda memegang saham yang sudah naik 10% lalu menjualnya, namun kemudian harganya terus naik sehingga Bapak/Ibu menyesal? Sebaliknya, Bapak/Ibu memiliki saham yang harganya turun tetapi tidak menjualnya, dan harga malah terus turun?

Saya juga pernah mengalami hal tersebut. Hal itu dijelaskan dalam buku yang berjudul The Psychology of investing. Dalam buku tersebut investor cenderung menjual saham untung terlalu cepat dan tidak menjual saham rugi. Hal itu disebut efek disposisi. Lalu bagaimana mengatasinya?

Untuk mengurangi pengaruh pergerakan harga saham terhadap psikologi investor, kami melakukan valuasi perusahaan atau emiten dengan menggunakan metode discounted cash flow for equity (DCFE). Metode itu membantu kami mengetahui nilai intrinsik suatu perusahaan sehingga kami tahu apakah harga saat ini cukup baik untuk membeli atau sudah saatnya menjual saham tersebut. Dengan metode valuasi yang tepat, kami tidak perlu bingung dengan fluktuasi harga karena kami memahami alasan pembelian atau penjualan saham.

Kalau Bapak/Ibu, Bagaimana cara mengatasinya? Beri komentar di bawah ya.

Untuk mengetahui isi buku lebih detail, miliki bukunya, pesan melalui tombol “Pesan” berikut

Untuk mengetahui isi buku lebih detail, miliki bukunya, pesan melalui tombol “PESAN BUKU” berikut

Tonton videonya di channel youtube kami

Leave a comment

Trending