Pernahkan Bapak Ibu mengalami situasi bahwa Bapak Ibu yakin harga suatu saham misalnya Rp 1000,- ternyata harganya tidak sampai Rp 1000,- malah harganya turun terus?
Saya pernah mengalaminya? Di waktu lalu saya pernah membeli saham perkapalan. Saya yakin harganya masih bisa tumbuh. Namun yang terjadi harga saham tersebut malah turun hingga akhirnya saya menjual sebelum situasi berbalik jadi rugi.
Untungnya saya menemukan buku ini: The Psychology of Investing

Di dalam buku ini di bahas investor seringkali memiliki perilaku terlalu cepat menjual saham yang sudah profit, sebaliknya ada juga yang cenderung menahan terlalu lama saham yang sudah rugi. Lalu solusinya bagaimana?
Salah satu solusi yang kami lakukan yaitu menentukan di awal nilai instrinsik saham. Kami menggunakan metode DCF yang tentunya mengandung justifikasi. Dengan metode tersebut, kami tidak dapat meredam pengaruh psikologis fluktuasi harga saham.
Kalau Bapak Ibu mengatasi hal tersebut? Komen ya.
Tonton videonya di youtubue channel kami





Leave a comment