
Analisa Makro
Halo teman-teman, bagaimana kabarnya? Khususnya bagi teman-teman yang memiliki saham sebelum September atau Oktober 2024, mungkin portofolio Anda sudah berwarna-warni. Pada September dan Oktober 2024, IHSG berada di 7.800, sementara saat ini sekitar 6.600-6700 mungkin akan turun ke 6.500. IHSG sudah diskon sekitar 15%.

Kalau ditelusuri ke masing-masing emitennya , harga saham emiten bisa turun sampai 20%-50%.
Apakah ini menggambarkan kondisi ekonomi tahun 2024? Bagaimana sebagai investor kita harus bertindak? Apakah jual atau beli lagi? Sebelum mengambil keputusan, sebaiknya teman-teman baca artikel ini untuk menambah wawasan.
Berdasarkan Biro Pusat Statistik (BPS), pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,02% pada 2024. Pertumbuhan itu sedikit lebih rendah dibandingkan 5,04% pada 2023.

Bagaimana kinerja sektor perbankan?
Di Bursa Efek Indonesia terdapat 51 bank yang terbagi dalam 3 kelompok papan yaitu utama, pengembangan, dan pemantauan khusus (lihat gambar di bawah ini). Posisi papan bank dapat berubah tergantung kondisi perusahaan tersebut.

Berdasarkan kapitalisasi marketnya, sebaran emiten perbankan dapat dilihat pada gambar berikut.

Dari gambar di atas terlihat bahwa ada 4 bank yang memiliki market capt yang sangat berbeda atau yang sering disebut big 4 yaitu BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. BRIS terlihat berada di tengah-tengah disusul dengan BNLI dan BNGA.
Berdasarkan profitabilitasnya dengan menggunakan indikator return of equity (ROE), maka emiten perbankan di BEI dapat terlihat pada gambar berikut.

Dari gambar di atas terlihat bahwa da kecenderungan bank terbagi dua kelompok yaitu kelompok profitabilitas tinggi dan kelompok dengan profitabilitas rendah. Bank dengan profitabilitas tinggi cenderung memiliki ROE di atas 15%, sedangkan profitabilitias yang rendah umumnya memiliki ROE di bawah 10%.
Saya sebagai investor lebih suka yang profitabilitasnya di atas 12%, karena harus mengimbangi biaya kredit sekitar 10%. Sebagai contoh, saya ambil kredit pemilikan rumah (KPR) di bank. Saat ini rata-rata bunga KPR sebesar 9%-10%, bahkan ada yang sampai 12%. Karena itu saya akan fokus pada emiten dengan ROE di atas 15%

Emiten dengan profitabilitas di atas 15% antara lain Bank Mandiri, BRI, Bank Syariah Indonesia, Bank Mega, BNI, dan BCA. Emiten dengan profitabilitas di bawah 10% di antaranya bank-bank kecil. Emiten dengan profitabilitas tinggi juga memiliki valuasi tinggi. Misalnya, PBV (price to book ratio) Bank Syariah di atas 3x, PBV BRI dihargai sebesar 2,24 x, BNI sebesar 1,43 kali.
Oleh karena kami akan fokus pada bank dengan ROE di atas 15%, maka analisis ini akan difokuskan pada BNI, BRI, Bank Mandiri, BRIS, dan BCA.
Dalam menganalisa kinerja emiten perbankan, ada beberapa rasio yang penting diperhatikan, sebagai berikut.

Dari tabel di atas terlihat bahwa pada 2023 net interest margin (NIM) BMRI sebesar 5,5%, BBRI 8,3%, BBCA 5,5%.
Dari sisi non performing loan (NPL), BBNI memiliki NPL sebesar 2,1%, BBRI sebesar 3,0%, BMRI sebesar 1,2%, BRIS sebesar 2,1%, dan BBCA sebesar 1,9%.
Dari sisi Cash and Saving Account (CASA), BBCA memilki CASA sebesar 81,1%, dan emiten yang memiliki CASA paling kecil yaitu BRIS sebesar 60%.
Dari sisi cost to income ratio (CIR), BMRI memiliki CIR sebesar 38,8%, BBCA sebesar 34,1%, BRIS sebesar 49,9%, dan BBNI sebesar 42,9%.
Pada 2024, CASA BCA naik menjadi 82,4%, sedangkan CASA BBNI turun.
Berdasarkan pendapatan dan laba perusahaan, kita dapat melihat mayoritas bank mencatatkan pertumbuhan pendapatan seperti pada gambar berikut.
Jika dilihat pada valuasinya (gambar berikut), maka diketahui bahwa valuasi saham BBRI telah turun dari PBV (price to book value) sebesar 2.7x menjadi 1.85x. Demikian juga saham BBNI, PBV nya telah turun dari 1,43x menjadi 0.95x.

Apa yang bisa kita simpulkan dari uraian di atas?
Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa:
- Indonesia mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang stabil
- Emiten perbankan khususnya big 4 mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba meskipun ada beberapa bank yang tergerus net margin-nya.
- Meskipun kinerja meningkat, namun harga saham semua bank telah turun signifikan. Itu merupakan kesempatan untuk mempertimbangkan kembali portofolio investor.
Untuk video penjelasannya, silahkan tonton di youtube channel kami
Bagikan
Berlangganan
Terhubung dengan kami
Menyukai
Baca artikel lainnya
- Memahami Emiten Solusi Teknologi Informasi
Saya sering membahas buku-buku investasi, termasuk karya-karya investor terkenal seperti Warren Buffett dan lainnya. Saya juga mengulas isi buku-buku tersebut… Read more: Memahami Emiten Solusi Teknologi Informasi - IHSG all time high, masih ada saham properti yang masih undervalue?
IHSG all time high, masih ada saham properti yang masih undervalue? IHSG sudah mencapai all time high setelah melewati masa… Read more: IHSG all time high, masih ada saham properti yang masih undervalue? - Tren Harga CPO: Apa Arti untuk Saham Produsen? (Agustus 2025).
Industri kelapa sawit itu besar banget di Indonesia..tapi apakah sahamnya selalu cuan ? Analisa fundamental itu membongkar “isi dalaman” perusahaan.… Read more: Tren Harga CPO: Apa Arti untuk Saham Produsen? (Agustus 2025). - Review Saham KEEN bag.2
Profil PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) merupakan perusahaan energi terbarukan yang fokus pada pengembangan dan pengoperasian perusahaan listrik energi… Read more: Review Saham KEEN bag.2 - Jadwal DividenKode Saham Jumlah per saham Cumdate Pembayaran LTLS 45 19 Mei 2025 5 Juni 2025 PSGO 8 20 Mei 2025… Read more: Jadwal Dividen
- Review Singkat KEEN biar gak FOMO
Pernahkah kalian mendapatkan informasi dari teman atau membaca di grup WA yang mengatakan, “Beli saham ini, akan naik”? Lalu tanpa… Read more: Review Singkat KEEN biar gak FOMO - Dividennya saja dikumpulkan, BEP berapa tahun
Tonton videonya pada channel youtube kami Buat yang lebih suka membaca bukunya langsung, teman-teman bisa miliki bukunya, silahkan pesan dengan… Read more: Dividennya saja dikumpulkan, BEP berapa tahun - Terlalu cepat menjual saham, saya juga pernah
Pernahkah Anda memegang saham yang sudah naik 10% lalu menjualnya, namun kemudian harganya terus naik sehingga Bapak/Ibu menyesal? Sebaliknya, Bapak/Ibu… Read more: Terlalu cepat menjual saham, saya juga pernah
















Leave a comment