Pernahkah terlintas di benak kalian suatu hari nanti pensiun tapi mempunyai pendapatan rutin?


Hal itu mungkin tidak terlalu sulit dibayangkan oleh teman-teman yang pegawai negeri/PNS karena hingga saat ini PNS masih mendapat pensiunan seperti mama dan mertua saya.
Tapi buat teman-teman yang tidak PNS seperti saya dan suami saya, tentunya pernah membayangkan bagaimana ya nanti kita memenuhi biaya hidup -sampai kita menghadap pencipta kita. Apa yang harus disiapkan supaya kita enggak perlu lagi apa khawatir untuk kebutuhan-kebutuhan dasar?

Untungnya saya sudah menyiapkan tabelnya sehingga teman-teman juga bisa menghitung sendiri berapa sih yang perlu teman-teman persiapkan dan bagaimana hitungannya.

Misalnya teman-teman merencanakan akan menghabiskan uang di masa pensiun 5 juta per bulan atau kalau disetahunkan menjadi 60 juta. Di usia pensiun, teman-teman punya uang 1 M (satu miliar). Maka pada tahun ke-17 uang tersebut akan habis. Jadi misaln teman-teman pensiunnya mulai usaia 55 tahun, maka pada usia 72 tahun uang tersebut akan habis. Bagaimana ya, masak mulai dari nol lagi kayak pom bensin dong,


Gimana caranya dong? Salah satu solusinya yaitu menambahkan uang setiap bulan kepada pokok uang itu. Tapi tadi katanya nggak kerja, kog malah disuruh nambahin tabungan? Duitnya dari mana?


Ini dia rahasia orang menjadi kaya dan tetap kaya dan semakin kaya. Dia membuat uangnya itu bekerja untuk dia. Bagaimana caranya? Ini saya kasih tahu ya.


Tadi kan terpakainya itu kan 6% dari 1 miliar. Agar saldo awal tersebut tidak turun maka uang itu harus bertumbuh setidaknya sama dengan uang yang ditarik setiap bulannya. Coba kita bikin bunga/pertumbuhan uang 6%. Karna biaya hidup itu biasanya naik itu alias inflasi, kita tambahkan inflasinya 2,5%. Dengan demikian, jika setiap tahun diambil 60 juta maka lama-lama juga duitnya akan habis di tahun ke-28 karena lebih besar penarikannya daripada bunganya. Itu berarti pada usia ke-83. Jadinya harus gimana dong? Masak sih tergantung sama orang lain lagi ?


Kalau 8% bunga tabungannya bagaimana? Kalau bunganya 8%, maka uang kalian akan habis di tahun ke 49. Jadi kalau pensiun di usia 55 tahun, uang itu akan habis di usia 104 tahun.


Pertanyaan berikutnya: dimana investasi yang bisa menghasilkan 8% per tahun?


Kalau rumah, berati harus punya rumah yang sewanya 60juta per tahun. Rumah kan enggak bisa dijual sebagian-sebagian. Pintunya saja dulu dijual, atau atapnya..hahaha. Kalau emas, kemarin saya hitung sih cuma 6,6%- 7% aja kenaikkan per tahun. Yang bisa sampai ke 8% yang paling yang paling mungkin sih saham ya karena kalau saham kan bisa naik sampai 100% bahkan lebih.


Cara lain yang mungkin itu adalah dinaikkan saldo awal tabungannya. Tadi kan saldo awalnya 1 M, sekarang coba 1,2 M. Dengan saldo awal 1,2 M maka yang 60 juta itu menjadi 5% dari 1,2 m dan inflasi tetap 2,5%, sehingga uang itu tidak akan pernah habis. Kenapa? Karena bunganya lebih besar daripada penarikannya.


Kembali ke bungan 7%, untuk memenuhi kebutuhan tersebut kita bisa lihat surat hutang negara yang memberi kupon sebesar 7.2%. Jadi, dengan Rp1,2M ; biaya hidup 60 juta per tahun inlfasi dua setengah persen, itu cukup sampai 62 tahun masa pensiun atau sampai usia 117 tahun. Wowww…


Bagaimana kalau mau untuk selama-lamanya? Kalau untuk selama-lamanya, mestinya bunga tabungan minimal sama dengan biaya hidup + inflasi. Buat teman-teman yang mau hitung sendiri, silahkan klik link di bawah ini.

Link excell menghitung biaya pensiun https://docs.google.com/spreadsheets/d/e/2PACX-1vSx08Li-iCcSaAwPK-mnd3nWFJ-UIZ7HBGhHKSxQdl_nKTv_QAnsRA0Pl1dr7jnqg/pubhtml

Tonton penjelasannya di youtube channel kami:

Menyukai

Leave a comment

Trending